April

sebagai gambaran jelas dari nasib
buruk tidak mampu bertobat
senin dan kamis tidak setara obat
manjur menyembuhkan aib

ibadah rutin: seperti secarik resep
ditebus tidak ditebus sekadar
transaksi menggugurkan kewajiban

april juga hanya menjadi kapsul
membungkus rahasia-rahasia yang
mesti ditelan–semacam ironis

bagi pemeluk sesat, jenuh menafsir
setengah memar setengah bilur
rambut-rambut terlepas adalah bukti

kebimbangan terkurung saling silang
dosa-dosa tidak kunjung meletus
seluruh abu-abu gelap takdir dituang
ke dalam bayang cahaya membius

[April 17, 2018 11:11]

Advertisements

Telinga

sejarah mungkin tidak mencatat apa yang didengar telinga. suara kidung, alunan azan, atau gema. kombinasi banyak hal yang berdenging. perdebatan, ketamakan, kemunafikan merambat dari sulbi ke sulbi jadi kehampaan. silih berganti membawa kebuntuan. orang taat memanfaatkan ayat, dalam kulitnya doa-doa membusuk. sementara yang lemah terkurung waktu, keadilan terlunta-lunta. harapan hampir hancur, toleransi adalah barang dagangan.

sejarah mungkin telah mencatat apa yang didengar telinga. suara kidung, alunan azan, atau gema. halusinasi para pemuka yang bergeming. pembelaan, pembenaran, penipuan merambat dari fatwa ke fatwa jadi kebencian. titik putih bergoyang menyebar kekejian. orang kalap memanggang bunga, dari abunya angka-angka bertumbuh. sementara lainnya dimuntahkan nafsu, kenyamanan tertunda-tunda. kejujuran dipasung, harmoni adalah hasil pesanan.

[April 17, 2018 08:30]

Ode Untuk Dolores

waktu berdetak keluar dalam kematian tiba-tiba
berpegang pada cinta semakin rumit kalau tidak
percaya janji sudah memprovokasi kasih karunia
hidup yang diambil agar makna leluasa bergerak

zombie yang menunggumu seperti apa rupanya
bersihkah kepala mereka seperti sedikit manusia
enggan mengambil alih dan tak banyak berdebat
tentang siapa lebih selamat siapa paling tersesat

apa ada yang peduli naluri binatang dalam dirimu
keindahan menawan sepasang sorot mata heroin
menganalisa kekecewaan sebagai samaran keliru
seolah sesuatu telah diungkapkan dari kepala lain

tentang ingatan perempuan yang tidak bisa luntur
renggang dan menjulur kemerahan di dalam sunyi
meletup pada penghormatan tak sanggup melipur
mati adalah takdir dan lapang dada adalah evolusi

[April 17, 2018 04:20]

Alis

: alpa sebelas baris

dari kebohongan alis dan eyeliner
Kau jadi warna merah pada kalender
tak ada yang ditakuti dari sumpah
sebab pangkal paha terlanjur serakah

kesetiaan kuyup oleh air liur
pemakluman mual dan muntah
pura-pura licin tak babak belur
malah menggigit putus jari amarah

coba renungkan: alpa yang gatal
menghantam tenggorokan, bisa sehancur apa
pecah menjadi nisan atau jera tak berkesudahan

[April 17, 2018 02:20]

Waltz Muram yang Lain

: drs

bagaimana cara menulis puisi dengan takaran kesedihan yang pas
jika mungkin ada huruf yang tertawa lepas
mengolok-olok semua kebohongan yang tidak pantas

marilah saja saling melupakan sebagai lintah dan kerbau
hafalkanlah tiap kesalahan seperti anak kecil melangkah masuk ke dalam api
sentuhlah garis wajahku untuk merangkum senda gurau
sebab kau dan aku tidak akan lagi saling tergantung menyesatkan diri

demikian mencintaimu–demikian butuh dan terkulai
kembang-kempis tubuh bertahan dalam penyangkalan paling piawai

jika Tuhan tidak memberi amnesia
dan logika tidak melindungi kita
menghilang sajalah di balik kabut
kita akan menguap di tempat paling lembut

[Mei 05, 2017 05:05]

Tentang Nol

kata-kata bosan juga beristirahat, tempat perlindungan adalah
tv statis, hiruk-pikuk berbagai bunyi sengau di sekitar lanskap
yang lembut, belum terselesaikan, tidak lebih dekat denganmu.
perpaduan hitam dan putih memisahkan kita seperti hambatan
dibangun antara emosi dan pengorbanan, engkau membungkus
keberadaanku, tetapi aku hampir tidak dapat menemukan bentuk
fisikku, sulit didefinisi apakah menengadahkan tangan termasuk
pengingat stabil bagi yang punya masalah identitas seperti diriku.

yang dilahirkan april separuh flamboyan separuh cendawan,
boleh jadi tidak punya ciri khas pendirian, tidak punya sikap
melekat, begitu banyak kata-kata, ingin merayakan dosa yang
senyap. di sisinya terbuka pengakuan yang amat berani, apa
puisi mesti lemah syahwat agar berahi bisa bertobat, sama sekali
tidak tahu mana yang sulit dijawab sulit diterjemah. ke mana
penjelasan yang sebentar datang tidak datang itu, di dalammu
kelegaan penuh simbolisme, mestikah dikaitkan ke dalam diriku.

satu bagian paling esensial dari drama hidup, sebiji zarah di dalam
semesta diriku telah menjadi nol, janji-janji menjadi nol, angka-angka
bergerak kembali ke nol, perayaan tiap tahun adalah nol, segala makna
identitas telah menjadi nol, segalanya tentang kau adalah nol. tinggal
aku sendiri mengundur hanya mengundur, selain mengharapkan, kalau
tidak bagaimana menghadapi kengerian asal-muasal. tinggal aku sendiri
terkurung dan terkurung, selain memperjuangkan, kalau tidak bagaimana mendapatkan kesempatan mempengaruhi keacakan jalan pikiranku.

[April 17, 2017 05:15]

Magdha

perpisahan begini memang tak tertanggungkan
saling menangkap jerit senyap kesalahan
dalam marah tidak transparan
dalam diam pura-pura merelakan

di Victoria yang dingin
kenangan sudah menjadi angin
maskara pecah ke dalam waktu
menyumbat detak jantungmu

semua persepsi mungkin kerangka
ketidakterhubungan jatuh cinta
sungguh–pertemuan tidak sia-sia
tapi tidak kembali ke bentuk semula

sebab beban muram adalah kekhilafan
mesti diterima sebagai bukti penting
bagi duka cita dan bahaya keikhlasan
menjadi jerit lain–senyap yang lengking

[April 17, 2017 03:15]