Tentang Pertanyaan

begitu saja Kausingkap jawaban dari pertanyaan
memburai golak-gelegak meletup-letup langutku
seperti sengarat yang sekarat di lebung paya
aku membaca isyarat pada titik hitam semakin
legam kepekaan pada cinta tak lagi bergetar
sebab takut berkerak di rongga perut ditimpa
berlambak-lambak alpa dan pertemuan menjadi
formalitas sia-sia sama halnya rutinitas hampa
begitulah aku memahami bahwa jawaban dari
pertanyaan yang lain mungkin aku tak bisa
menggapainya seperti sengarat yang sekarat di
lebung paya menunggu dijala tiba-tiba tak sempat
bertobat apalagi mendekat

[Oktober 21, 2009 07:55]

Dalam Lipatan Waktu

pada tiap gelung syair kuhapus bayangmu
dengan rekah bibir pucat hampa semakin
menyesatkan kesepian pada harap yang gemerlap
sanggupkah kusemai lelah ini bila menggerogoti
tiap inci sebab di sini aku hanya mampu
menancapkan hati pada peti-peti kegelisahan
yang terkunci erat dalam lipatan waktu
niskala

[Oktober 16, 2009 08:07]

Rindu Berputik

kutahu delau zuhrah di langit subuh
tak menatapku meski semalam separuhnya
tertambat kening jatuh
menjadi gempa mencicah rasa
jika begini hampa dalam dada maukah Kau
mengusap sajakku menjadi rintik doa
yang gemetar melepas rindu berputik

[Oktober 10, 2009 09:40]

Muasal Rindu

meneguk secangkir kisah tentang
getir musim bermuka masam cuka
sibuk lalulalang di pelataran cinta
membuat kesumat debar
yang tak mampu ditinggal
merundung buncah tembus ke dada
tenda pengungsian sajak-sajak
taman bersembunyi kau dan aku
jika angin tualang meniup kita
tertutupkah setiap lipatan jalan
ke tempat muasal rindu tiada?

[Oktober 06, 2009 08:02]

Terbis

dalam impi
kuingat tubuhku pampat
setiap inci memaksa geliat
serak pagiku cucur keringat
menebuk tengkuk
sebab di malam paling lubuk
aku memeluk ketat ceruk tersuruk
jika waktu menundung
tersaruk-saruk aku di tipis
titian rambut belah tujuh
terbis!

[Oktober 01, 2009 10:42]