Perempuan yang Larut di Cangkir Kopiku

ada yang menjelma pantai
di cangkir kopiku pagi ini
setiap teguk
aku merasa butiran pasir
dengan kau berdiri di atasnya
di situlah pula rinduku
jatuh menuju tenggorokan
yang rapuh
saat tiba-tiba aku lihat
tubuhmu larut di dalamnya
bagaimana bisa aku memelukmu
kalau tubuhmu telah larut.
bagaimana bisa aku menciummu
kalau keningmu pun larut.
ke dalam jiwaku.

[Juni 16, 2010 13:14]

Malam Kami 15 Tahun yang Lalu

: Ahmad Izzudin

dalam remang lampu, kami terbiasa bertemu
tengah malam usai kuliah dan bercinta dengan
pacar-pacar. selalu mengawali ritual dengan
bertukar rokok hasil jarahan atau ganja sisa
bandar. di rumah kost padat ini memang hanya
kami yang suka menulis puisi untuk kemudian
saling berbagi cela di antara riuh asap-asap
yang beterbangan dari jiwa. dia biasa menyebut
puisiku ngak ngik ngok seperti bung karno
menyebut koes plus. aku biasa menyebut puisinya
pamflet protas protes tanpa solusi. hanya tak
pernah ada kesakitan antara kami sebab
masing-masing saling mengetahui itulah cara
kami berbagi rasa pada sunyi yang api.
dalam remang lampu, tibalah pada satu malam
di mana tak ada lagi puisi cinta atau pamflet
kesukaan kami. tak ada perayaan apa-apa bahkan
sekalipun kopi malam itu kami juga tak cerewet
seperti malam-malam sebelumnya. sepanjang
malam menuju pagi hanya ada kediaman yang
menyesakkan. masing-masing dari kami
menuliskan hidup dan mati persis sekali.
“Rabb! ampuni kami!”

[Juni 16, 2010 13:14]

Sajak tentang Degup

kekasih ini sajak tentang degup
jantung yang terbawa desing
kereta yang tak pernah laju
perlahan terkubur oleh
derap waktu dan
ketidakberdayaanku
yang tumbuh layaknya
benih di tanah kering
tempat kesepian bangkit
menikam dinding-dinding
keberanian milikku

[Juni 16, 2010 13:12]

Defleksi

karena sajak hanya semakin menghempas jarak
dan pertemuan adalah unggun tak pernah
dinyalakan perasaan menjadi kerap mengalami
defleksi seperti bola yang kerap membentur
keranjang di permainan basket gagal masuk meski
percobaan telah mencapai kali kesekian lambat
laun tanganku menyerah pura-pura tengadah
memanjatkan doa-doa yang tak tahu arah

[Juni 16, 2010 13:10]

Ada yang Minta Direbahkan

ada yang minta direbahkan
di halaman belakang
sedang rumput-rumput sudah
kupangkas tadi malam
sebelum ingat kau
akan menagih percintaan
yang tak kunjung dimulai
sepertinya kau harus menunggu
sedikit lagi sebab
sebelum pundakku keburu berat
oleh malaikat yang duduk
aku harus bergegas menyiapkan
tempat bercinta yang lain
tanah tak berkupu-kupu

ada yang minta direbahkan
di halaman belakang
tubuhku!

[Juni 16, 2010 13:10]