Pagi Adalah Suara yang Bermacam-macam

[1]

pagi adalah suara keheningan yang
jatuh di ubun-ubun
segenap aku dalam kesendirian
yang patuh mengalun seperti sebuah
ketenangan yang basah di kebun-kebun

[2]

pagi adalah daun-daun yang jatuh
satu-persatu seperti isyarat yang
luruh di tanggalan dengan tercekat
aku berharap satu-satunya daun yang
tersisa adalah tibanya waktu giliran

[3]

pagi adalah beratus tahun yang lalu
lembut dan takzim seperti menandai
perjalanan yang lambat
akan datang sebentar lagi
dan semata lapar dahaga masih punyaku

[4]

pagi adalah kelam kalbu-kalbu gaibnya waktu
sementara aku berenang entah kemana mencari
tepi-tepi baru mencandai hantu
tak kudengar ketuk pada berpintu-pintu aku
ada deru yang menetes dari keningku

[5]

pagi adalah pertentangan klasik tak terukur
kebosanan teratur dan perasaan bersyukur
masing-masing saling membentur
berkali-kali tak mati-mati
kehilangan penghayatan pada makna-makna luhur

[6]

pagi adalah suara yang bermacam-macam
gelap dan harap mungkin sekedar sepi
yang berbunyi patahan kehendak yang
diam-diam aku gantungkan mungkin kering
dan kerontang pertanda tidak dikabulkan
Tuhan meminta yang sakral sedang yang
aku punya hanya degup yang gagal
kosong yang tertinggal

[Agustus 24, 2010 11:12]