Kredo Barangkali Puisi

sebelum aku teruskan, sebaiknya engkau pahami terlebih dahulu jika tulisan ini bukan sebuah puisi. sebutlah ini semacam disclaimer, aku hanya ingin memastikan bahwa yang paling puncak dari tulisan ini cuma barangkali, barangkali puisi. seperti yang aku tuliskan di kotak keterangan, “yang menulis barangkali puisi.” jauh sebelum engkau menyebut tidak ada yang bisa dipercaya dari sebuah puisi. (karena itu pulalah ini bisa kupakai untuk berkilah ketika ada pertanyaan dan pernyataan puisi sudah mati). semestinya karena ini barangkali puisi, engkau patut lepas dari rasa tidak percaya, tetapi aku pun tak akan memaksa. untuk sesuatu yang ujungnya cuma bisa kau duga-duga.

sebelum aku teruskan, sebaiknya engkau pahami terlebih dahulu jika tulisan ini bukan sebuah puisi. sebutlah ini semacam disclaimer, aku hanya ingin memastikan bahwa yang paling puncak dari tulisan ini cuma barangkali, barangkali puisi. kredo yang kubuat-buat sendiri. kredo yang teramat jauh dari punya Binhad apalagi Sutardji. hehe… (kata kritikus seharusnya tidak boleh cengengesan, terlihat tidak serius. tapi Tardji memakai haha–dalam puisi. karena ini cuma barangkali, barangkali puisi, maka abaikan saja. kita berhehehehe…). semestinya karena ini barangkali puisi, engkau patut lepas dari rasa sakit hati, tak perlu meminta dihapus, untuk sesuatu yang cuma barangkali, untuk sesuatu yang sifatnya dangkal dan tak pasti, untuk sesuatu yang cuma ratus dan nyanyi sendiri.

[November 04, 2011 07:27]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s