Aku Meniatkannya Sebagai Doa

: Yang En Mei

awalnya aku bimbang, akan meniatkannya
sebagai apa. sebab aku terlalu abu-abu,
sebab aku terlalu kata-kata. tetapi
(ini bukan tetapi yang seringkali
kupakai sebagai penyesatan seperti yang
pernah kubaca di buku Mantra)
aku memikirkannya sembari menitikkan
air mata–di atas sepeda. dan dengan pasti
meniatkannya sebagai doa, doa lirih kesukaan
Tuhan yang sering dipanjatkan malam-malam.
aku membayangkan kau membacanya di bus
Trans Jakarta, atau di dalam angkot
sembari berkaca-kaca. mengatupkan tangan
dan mulai berpikir aku bisa membuatmu
menangis juga. pada akhirnya, meski untuk
sesuatu yang barangkali masih tak engkau
percaya. “selamat ulang tahun, dilimpahkan
kebaikan”. kukira Tuhan tak akan terlambat
mengabulkannya. sebab aku meniatkannya
sebagai doa (yang meski tak saling menjaga),
cukup untuk disebut berharga.

[November 02, 2011 06:40]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s