Pintu Rumah

ada yang mesti aku pastikan dari
sebuah pertanyaan yang kerap
membuatku punya jarak dengan pintu rumah

apa salahnya melakukan perjalanan
dengan luka yang dalam dan hati
yang robek di dalam pergulatan?

aku memang sering enggan untuk
pulang sebab sehabis menjulurkan
tangan selalu saja ada yang hilang

dan kau selalu saja berkata: “penyair
memang selalu membawa hujan
ke mana-mana dalam dirinya.” *)

tapi kau melupakan sesuatu, bahwa
menghubung-hubungkan aku dengan
hujan, tak akan membuatku tertahan.

*) kutipan puisi PIH, Nirwan Dewanto.

[Maret 28, 2012 17:25]

Meronce Zakar

ketika aku merasa
tak perlu bertanya lagi
tentang isi dada
sesungguhnya bibirku
hendak menyimpan birahi
yang tertunda

tersembunyi diam-diam
sehingga jarum jam
pun seolah tak sabar
mencicip getah buah
yang makin kentara
tapi susah dikira-kira

ketika aku merasa
mubazir untuk bertanya
di depan tubuhmu
Tuhan menggoda makin dalam
aku tak mampu mengikut
ke mana dia telanjang
kuyup dalam cahaya

aku meronce zakar
sendiri setiap malam

[Maret 26, 2012 11:08]

Ode Bagi Guling

: kupilih kau dari yang lain

sebab hanya dadamu yang sudah
menamatkan erat pelukan dari kulit
keras badanku
menampung dan menimbang lorong
hitam menggigil ini

sebab hanya jantungmu yang rela
mengasihani denyut retakan dari sulit
napas hidungku
menjelajahi dan memisahkan lendir
kental mengeras ini

sebab hanya tubuhmu yang mampu
membuntuti letih pertanyaan dari gerit
bebal kepalaku
menjawab dan menahan gosong
diam mengganjil ini

tapi sebab hidup yang begitu jenuh
adalah sebab paling pasti yang
memeram ode kosong di kalbu ini.

[Maret 24, 2012 15:45]

http://sejuta-puisi.blogspot.com/2012/03/tadarus-puisi-044-kupilih-guling-dari.html

Marilah Bersetuju

: jakarta fashion week 2012 backstage photo by Erie Prasetyo

marilah bersetuju sebelum naik ke atas panggung, bahwa tidak ada yang akan mereka dapatkan selain punggung-punggung kita yang memar sebab terlalu lama berdiri menyangga pertanyaan tentang bagaimana cara betis kita menapak ke puncak.

marilah bersetuju sebelum naik ke atas panggung, bahwa kita adalah sekumpulan lebah dengan gaun kembang yang hanya akan menyengat dengan mata yang lebih redup dari cahaya pada dinding.

marilah bersetuju sebelum naik ke atas panggung, bahwa setelah turun tak akan ada yang mampu menutupi aib, mencatat kebaikan, dan keburukan. sebaik yang menghuni urat leher dan kedua lengan.

[Maret 23, 2012 10:07]