Tiap Perayaan

segala amsal yang susut menjadi keganjilan
mungkin wujud kusut terbacanya keputusan
9 bulir pilihan yang tak sanggup kita likatkan
makna hikmah bagian berikutnya dari tujuan

apa yang paling kalah dari tak mampu selesai
persinggahan kerap menjadi sela terbengkalai
di tengahnya kau dan aku semisal angin sapai
berpindah ke samping dingin tak saling melerai

begitu ingin menimbang hal lembut dari tiang
gantungan mengambang sebelum ruh hilang
ke stepa tiap perayaan menggema pada liang

menunggu telah pasti membanat di bibir kering
sampai bagian tubuh lain menyebutmu nyaring
terampuni kekasih di beranda yang lebih bening

[Oktober 09, 2012 07:20]

Advertisements