Menghayati The Doors

kesempatan pertama setelah kesempitan bertanya apakah mampu kita bertahan dari godaan ingin berkenalan. sebab tanda-tanda bahaya dari kedipan mata adalah maut siap mencabut usia. terlebih dahulu membuat pingsan tak sempat berpikir ingin memiliki kesempatan lain ciuman lain berkedip pada kebahagiaan lain. kita terlanjur menjadi aneh sebentar sanggup sendirian sebentar saling menginginkan. tingkat keanehan yang sampai pada tak bisa mengingat nama.

hari-hari cerah penuh dengan rasa sakit. kegilaan pada pertemuan yang dilampirkan hujan-hujan lembut. waktu seakan ragu-ragu antara berlari lalu kembali. tetapi jalan-jalan adalah bidang yang tidak pernah mati. selalu membebaskan kita dari alasan mengapa lebih suka menangis daripada berbaris. menunggu kapal kristal berisi seribu puisi berikut getaran hati. satu juta cara menyelamatkan diri dari para pembunuh di jalan. pembunuh yang terbangun sebelum fajar. mengambil wajah dari galeri kuno sebelum menyusuri lorong. pembunuh dengan otak berisi katak yang tak pernah liburan panjang. anak-anaknya bermain seperti keanehan baru yang diciptakan.

sekarang tiba mengucapkan selamat tinggal. kita kehilangan keanehan tua yang baik. wajah bulan menjadi botol whiski. di lenganmu kutemukan pulau dengan rantai terbuat dari ilusi. mataku membaca, “aku mencintaimu dengan cara paling baik lebih baik daripada yang lain”. sekarang kita hanya bisa kalah waktu yang ragu-ragu berkubang dalam lumpur. cinta menjadi pembakaran jenazah bagi keanehan yang sebentar lagi meluncur. memanjat bulan melalui air pasang mencapai tangan yang kerap menahan memberi panduan.

janganlah pucat sumpah adalah kepasrahan yang sekarat. mereka menunggu membawa keanehan ke taman terputus. kau tahu bagaimana pucat hanya kenakalan kecil yang datang sebelum kematian. pada jam yang aneh tanpa pemberitahuan atau direncanakan sama-sama menakutkan. jadilah tamu yang ramah malaikat mungkin memberikan sayap bagi keanehan. yang memiliki bahu halus seperti cakar gagak yang memiliki rahang seperti raksasa kehilangan ketaatan.

lihatlah ke bawah untuk terakhir kali. keanehan yang membawa caravan ke portugal. bidang penuh gandum di spanyol andalusia. lihatlah lagi dan lagi. lalu cintailah aku dua kali. satu untuk besok satu untuk hari ini. yang tertelan di laut suka cita hari ini. hari yang aneh saling mendoakan. hari yang aneh saling meratap. hari yang aneh mengingat dosa. dengarlah aku bicara dosa. yang berlama-lama bingung di kepala. menghancurkan kenangan disalahgunakan. lihatlah semua yang aneh dari batu. sungguh menyakitkan membebaskanmu.

[Januari 09, 2013 16:46]

Dalam Ziarah

di pekuburan ini kita karib pada tanda
raib dalam cuaca. kau terbaring dalam
keranda, aku berbisik juga memaksa.
di antara bunga kamboja diam begitu
tak terhingga, saling melintang lembap
dan pengap melebihi bencana.
air mata tak tertampung oleh rencana
surat yang basah bisakah dipercaya?

“aku berusaha membuatmu paham
kegelisahan membutuhkan napas udara
luar agar tidak menjadi sesak dan selalu
segar ketika masuk kembali ke dalam
rumah saat memeluk juga berdoa”.

[Januari 09, 2013 16:44]