Ritual Daging

sudah tidak tahu bagaimana memulai
di samping sandera seluk-beluk hidup
tak berpeluang curi cara seekor gagak
kebingungan begini, tak bisa dikendali

memasuki empat puluh tak juga gegap
gempita merayakan lembab pekuburan
sementara jari menggambar ulang nasib
kegiatan diintai pendarahan batang otak

siapa percaya ritual daging jadi cahaya
merasa doa melingkar di antara pelipis
muhajir yang empat puluh tahun, habis
tiga belas tahun mengukur luas bahaya

memasuki empat puluh tak dapat tertib
nalar menganjurkan kurvatur keikhlasan
sekian perihal di jalan sesat yang lapang
pekerjaan dibingkai ketebalan dinding aib

siapa percaya racauan membal proposisi
sedikit pemahaman seluruhnya amat fatal
semacam okupasi yang patut juga sesuai
bagi harga diri terlanjur biru oleh disumpal

sudah tidak tahu bagaimana menghindari
mengulang-ulang bulat-bulat riwayat tobat
tak berdaya dari bermesra dalam sesaknya
kekosongan macam ini, tak mudah dikenali

[April 17, 2016 04:15]

Junko Furuta

——— untuk Danilla, hadiah ulang tahun yang cukup.

sebuah,
kejahatan dari menaruh hati
awal gairah fatal mencicipi penolakan

Junko Furuta: 44 hari dikepung rasa yang meremukkan, melewati penyiksaan tidak pantas yang paling kejam, menerima pukulan keras di wajah, dipukuli dengan stik golf, dibenturkan wajahnya ke lantai, diperkosa oleh 100 pria, dipaksa masturbasi, dimasukkan benda asing seperti botol air mineral, lempengan besi, gunting, tongkat untuk menusuk daging panggang, kembang api yang masih menyala, panggangan yang sangat panas, ke dalam anus dan kemaluan, dibakar klitorisnya dengan korek api, dipaksa makan kecoa hidup dan minum air seninya sendiri, dijepit putingnya sampai robek, dijatuhi perutnya dengan barbel, isi perutnya keluar. digantung telanjang di langit-langit rumah, dibiarkan kedinginan, diteteskan lilin panas di atas pelupuk mata, dibakar dengan bensin, ditusuk payudaranya hingga penuh dengan jarum jahit, digosok-gosokkan bola lampu ke dalam vagina, meledak di dalam rahim.

sebuah,
pemahaman sudah pasti mustahil
tak dapat menemukan sepatah yang pas

55 galon semen dalam drum besar adalah bagasi pulang bagi luka bakar lebam dan pendarahan, 44 hari penderitaan tidak tertandingi, kedunguan tidak dapat menyebut yang berderik di batok kepala, hanya merasa tambah satu bukti kesintingan jiwa, liar tanpa batas dan monumental, siapa yang sadar seluruh hati musim dingin dalam tubuhmu, menyusup ke dalam sumsum, merebut kegilaan warna darah, mengecat sakit pada kebahagiaan yang pingsan, siapa yang sadar taman bunga di pembuluh darahmu, melindungi seluruh tulang patah dan ukuran otak menciut, mengeluarkan dari batu untuk menenangkan hati, bagaimana terus membenci jika kematian adalah tempat tidur tembus pandang hutan bunga sakura, bagaimana mengingat november ketika udara tipis berubah jadi embun beku, bagaimana puisi mempersiapkan eulogi seperti gambar kartun, bagaimana menegaskan penyabot tidak layak disebut di sini.

[April 17, 2016 01:15]