Ritual Daging

sudah tidak tahu bagaimana memulai
di samping sandera seluk-beluk hidup
tak berpeluang curi cara seekor gagak
kebingungan begini, tak bisa dikendali

memasuki empat puluh tak juga gegap
gempita merayakan lembab pekuburan
sementara jari menggambar ulang nasib
kegiatan diintai pendarahan batang otak

siapa percaya ritual daging jadi cahaya
merasa doa melingkar di antara pelipis
muhajir yang empat puluh tahun, habis
tiga belas tahun mengukur luas bahaya

memasuki empat puluh tak dapat tertib
nalar menganjurkan kurvatur keikhlasan
sekian perihal di jalan sesat yang lapang
pekerjaan dibingkai ketebalan dinding aib

siapa percaya racauan membal proposisi
sedikit pemahaman seluruhnya amat fatal
semacam okupasi yang patut juga sesuai
bagi harga diri terlanjur biru oleh disumpal

sudah tidak tahu bagaimana menghindari
mengulang-ulang bulat-bulat riwayat tobat
tak berdaya dari bermesra dalam sesaknya
kekosongan macam ini, tak mudah dikenali

[April 17, 2016 04:15]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s