Sehabis Payung Teduh

konser ini, adalah perlintasan sebidang gelap dan sadar, kau datang dari mimpi semalam membawa kabar, butiran pasir terbang ke langit membunuh bulan, ada yang mati menunggu sore menuju senja, anak rambutnya tercelup kabut, punggung telapak tangannya penuh garis-garis keriput, pelan-pelan menembus sejarah hening.

konser ini, adalah keputusasaan tahap awal pilu dan amarah, kita berdua di antara kata yang tak terucap, menanti kedatangan apa pun, mengingkari janji semua selesai, limbung sendiri pada sepi dan panjang lorong melankoli, kita adalah sisa-sisa yang tak diikhlaskan, tidak mampu menguasai diri, perlahan-lahan menguning.

[April 17, 2017 01:15]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s