Waltz Muram yang Lain

: drs

bagaimana cara menulis puisi dengan takaran kesedihan yang pas
jika mungkin ada huruf yang tertawa lepas
mengolok-olok semua kebohongan yang tidak pantas

marilah saja saling melupakan sebagai lintah dan kerbau
hafalkanlah tiap kesalahan seperti anak kecil melangkah masuk ke dalam api
sentuhlah garis wajahku untuk merangkum senda gurau
sebab kau dan aku tidak akan lagi saling tergantung menyesatkan diri

demikian mencintaimu–demikian butuh dan terkulai
kembang-kempis tubuh bertahan dalam penyangkalan paling piawai

jika Tuhan tidak memberi amnesia
dan logika tidak melindungi kita
menghilang sajalah di balik kabut
kita akan menguap di tempat paling lembut

[Mei 05, 2017 05:05]

Tentang Nol

kata-kata bosan juga beristirahat, tempat perlindungan adalah
tv statis, hiruk-pikuk berbagai bunyi sengau di sekitar lanskap
yang lembut, belum terselesaikan, tidak lebih dekat denganmu.
perpaduan hitam dan putih memisahkan kita seperti hambatan
dibangun antara emosi dan pengorbanan, engkau membungkus
keberadaanku, tetapi aku hampir tidak dapat menemukan bentuk
fisikku, sulit didefinisi apakah menengadahkan tangan termasuk
pengingat stabil bagi yang punya masalah identitas seperti diriku.

yang dilahirkan april separuh flamboyan separuh cendawan,
boleh jadi tidak punya ciri khas pendirian, tidak punya sikap
melekat, begitu banyak kata-kata, ingin merayakan dosa yang
senyap. di sisinya terbuka pengakuan yang amat berani, apa
puisi mesti lemah syahwat agar berahi bisa bertobat, sama sekali
tidak tahu mana yang sulit dijawab sulit diterjemah. ke mana
penjelasan yang sebentar datang tidak datang itu, di dalammu
kelegaan penuh simbolisme, mestikah dikaitkan ke dalam diriku.

satu bagian paling esensial dari drama hidup, sebiji zarah di dalam
semesta diriku telah menjadi nol, janji-janji menjadi nol, angka-angka
bergerak kembali ke nol, perayaan tiap tahun adalah nol, segala makna
identitas telah menjadi nol, segalanya tentang kau adalah nol. tinggal
aku sendiri mengundur hanya mengundur, selain mengharapkan, kalau
tidak bagaimana menghadapi kengerian asal-muasal. tinggal aku sendiri
terkurung dan terkurung, selain memperjuangkan, kalau tidak bagaimana mendapatkan kesempatan mempengaruhi keacakan jalan pikiranku.

[April 17, 2017 05:15]

Magdha

perpisahan begini memang tak tertanggungkan
saling menangkap jerit senyap kesalahan
dalam marah tidak transparan
dalam diam pura-pura merelakan

di Victoria yang dingin
kenangan sudah menjadi angin
maskara pecah ke dalam waktu
menyumbat detak jantungmu

semua persepsi mungkin kerangka
ketidakterhubungan jatuh cinta
sungguh–pertemuan tidak sia-sia
tapi tidak kembali ke bentuk semula

sebab beban muram adalah kekhilafan
mesti diterima sebagai bukti penting
bagi duka cita dan bahaya keikhlasan
menjadi jerit lain–senyap yang lengking

[April 17, 2017 03:15]

Sehabis Payung Teduh

konser ini, adalah perlintasan sebidang gelap dan sadar, kau datang dari mimpi semalam membawa kabar, butiran pasir terbang ke langit membunuh bulan, ada yang mati menunggu sore menuju senja, anak rambutnya tercelup kabut, punggung telapak tangannya penuh garis-garis keriput, pelan-pelan menembus sejarah hening.

konser ini, adalah keputusasaan tahap awal pilu dan amarah, kita berdua di antara kata yang tak terucap, menanti kedatangan apa pun, mengingkari janji semua selesai, limbung sendiri pada sepi dan panjang lorong melankoli, kita adalah sisa-sisa yang tak diikhlaskan, tidak mampu menguasai diri, perlahan-lahan menguning.

[April 17, 2017 01:15]

Ritual Daging

sudah tidak tahu bagaimana memulai
di samping sandera seluk-beluk hidup
tak berpeluang curi cara seekor gagak
kebingungan begini, tak bisa dikendali

memasuki empat puluh tak juga gegap
gempita merayakan lembab pekuburan
sementara jari menggambar ulang nasib
kegiatan diintai pendarahan batang otak

siapa percaya ritual daging jadi cahaya
merasa doa melingkar di antara pelipis
muhajir yang empat puluh tahun, habis
tiga belas tahun mengukur luas bahaya

memasuki empat puluh tak dapat tertib
nalar menganjurkan kurvatur keikhlasan
sekian perihal di jalan sesat yang lapang
pekerjaan dibingkai ketebalan dinding aib

siapa percaya racauan membal proposisi
sedikit pemahaman seluruhnya amat fatal
semacam okupasi yang patut juga sesuai
bagi harga diri terlanjur biru oleh disumpal

sudah tidak tahu bagaimana menghindari
mengulang-ulang bulat-bulat riwayat tobat
tak berdaya dari bermesra dalam sesaknya
kekosongan macam ini, tak mudah dikenali

[April 17, 2016 04:15]

Junko Furuta

——— untuk Danilla, hadiah ulang tahun yang cukup.

sebuah,
kejahatan dari menaruh hati
awal gairah fatal mencicipi penolakan

Junko Furuta: 44 hari dikepung rasa yang meremukkan, melewati penyiksaan tidak pantas yang paling kejam, menerima pukulan keras di wajah, dipukuli dengan stik golf, dibenturkan wajahnya ke lantai, diperkosa oleh 100 pria, dipaksa masturbasi, dimasukkan benda asing seperti botol air mineral, lempengan besi, gunting, tongkat untuk menusuk daging panggang, kembang api yang masih menyala, panggangan yang sangat panas, ke dalam anus dan kemaluan, dibakar klitorisnya dengan korek api, dipaksa makan kecoa hidup dan minum air seninya sendiri, dijepit putingnya sampai robek, dijatuhi perutnya dengan barbel, isi perutnya keluar. digantung telanjang di langit-langit rumah, dibiarkan kedinginan, diteteskan lilin panas di atas pelupuk mata, dibakar dengan bensin, ditusuk payudaranya hingga penuh dengan jarum jahit, digosok-gosokkan bola lampu ke dalam vagina, meledak di dalam rahim.

sebuah,
pemahaman sudah pasti mustahil
tak dapat menemukan sepatah yang pas

55 galon semen dalam drum besar adalah bagasi pulang bagi luka bakar lebam dan pendarahan, 44 hari penderitaan tidak tertandingi, kedunguan tidak dapat menyebut yang berderik di batok kepala, hanya merasa tambah satu bukti kesintingan jiwa, liar tanpa batas dan monumental, siapa yang sadar seluruh hati musim dingin dalam tubuhmu, menyusup ke dalam sumsum, merebut kegilaan warna darah, mengecat sakit pada kebahagiaan yang pingsan, siapa yang sadar taman bunga di pembuluh darahmu, melindungi seluruh tulang patah dan ukuran otak menciut, mengeluarkan dari batu untuk menenangkan hati, bagaimana terus membenci jika kematian adalah tempat tidur tembus pandang hutan bunga sakura, bagaimana mengingat november ketika udara tipis berubah jadi embun beku, bagaimana puisi mempersiapkan eulogi seperti gambar kartun, bagaimana menegaskan penyabot tidak layak disebut di sini.

[April 17, 2016 01:15]

Terhadap Bjork

: ulang tahun dan hal-hal lainnya

dia memilih rumah sudut
dunia bentuk kerucut
kecerahan satu partikel
mengacak-acak semudah
memasukkan jari ke mulut
tiga puluh sembilan tahun
membekuk cacing pada tali
mendebik laba-laba dalam saku
mengumpulkan sayap capung
menjepit mereka bagai hadiah
teman sebelah yang tahu jumlah
bintik-bintik dan goresan wajah
suram adalah kitab ketenteraman

dia mengarsir kain besar
perekat tafsir bersama-sama
keindahan gagak meluncur
memberi titik lanskap pasir
kesenangan hari ulang tahun
diabadikan di bunga kering
celana dalam dan kata-kata
paling membingungkan persis
salinan akurat—cetak biru
pencapaian tertinggi mati lemas
pada pengabdian membungkuk
bergabung dengan kultus
suram adalah kitab ketenteraman

dia memeluk seperti benteng
bahan kerangka kepercayaan
tempat teka-teki dipecahkan
jika hidup adalah lonceng
betapa indah keadaan darurat
setiap saraf yang menyakitkan
dibuat harmoni menjadi daging
pahit-pahit yang wajar
seperti upacara tekuk kayu
tidak lagi menuntut kedekatan
setengah jalan ke surga dari sini
telah mendapatkan keringanan
suram adalah kitab ketenteraman

[April 17, 2015 04:15]