Sehabis Payung Teduh

konser ini, adalah perlintasan sebidang gelap dan sadar, kau datang dari mimpi semalam membawa kabar, butiran pasir terbang ke langit membunuh bulan, ada yang mati menunggu sore menuju senja, anak rambutnya tercelup kabut, punggung telapak tangannya penuh garis-garis keriput, pelan-pelan menembus sejarah hening.

konser ini, adalah keputusasaan tahap awal pilu dan amarah, kita berdua di antara kata yang tak terucap, menanti kedatangan apa pun, mengingkari janji semua selesai, limbung sendiri pada sepi dan panjang lorong melankoli, kita adalah sisa-sisa yang tak diikhlaskan, tidak mampu menguasai diri, perlahan-lahan menguning.

[April 17, 2017 01:15]

Advertisements

Ritual Daging

sudah tidak tahu bagaimana memulai
di samping sandera seluk-beluk hidup
tak berpeluang curi cara seekor gagak
kebingungan begini, tak bisa dikendali

memasuki empat puluh tak juga gegap
gempita merayakan lembab pekuburan
sementara jari menggambar ulang nasib
kegiatan diintai pendarahan batang otak

siapa percaya ritual daging jadi cahaya
merasa doa melingkar di antara pelipis
muhajir yang empat puluh tahun, habis
tiga belas tahun mengukur luas bahaya

memasuki empat puluh tak dapat tertib
nalar menganjurkan kurvatur keikhlasan
sekian perihal di jalan sesat yang lapang
pekerjaan dibingkai ketebalan dinding aib

siapa percaya racauan membal proposisi
sedikit pemahaman seluruhnya amat fatal
semacam okupasi yang patut juga sesuai
bagi harga diri terlanjur biru oleh disumpal

sudah tidak tahu bagaimana menghindari
mengulang-ulang bulat-bulat riwayat tobat
tak berdaya dari bermesra dalam sesaknya
kekosongan macam ini, tak mudah dikenali

[April 17, 2016 04:15]

Junko Furuta

——— untuk Danilla, hadiah ulang tahun yang cukup.

sebuah,
kejahatan dari menaruh hati
awal gairah fatal mencicipi penolakan

Junko Furuta: 44 hari dikepung rasa yang meremukkan, melewati penyiksaan tidak pantas yang paling kejam, menerima pukulan keras di wajah, dipukuli dengan stik golf, dibenturkan wajahnya ke lantai, diperkosa oleh 100 pria, dipaksa masturbasi, dimasukkan benda asing seperti botol air mineral, lempengan besi, gunting, tongkat untuk menusuk daging panggang, kembang api yang masih menyala, panggangan yang sangat panas, ke dalam anus dan kemaluan, dibakar klitorisnya dengan korek api, dipaksa makan kecoa hidup dan minum air seninya sendiri, dijepit putingnya sampai robek, dijatuhi perutnya dengan barbel, isi perutnya keluar. digantung telanjang di langit-langit rumah, dibiarkan kedinginan, diteteskan lilin panas di atas pelupuk mata, dibakar dengan bensin, ditusuk payudaranya hingga penuh dengan jarum jahit, digosok-gosokkan bola lampu ke dalam vagina, meledak di dalam rahim.

sebuah,
pemahaman sudah pasti mustahil
tak dapat menemukan sepatah yang pas

55 galon semen dalam drum besar adalah bagasi pulang bagi luka bakar lebam dan pendarahan, 44 hari penderitaan tidak tertandingi, kedunguan tidak dapat menyebut yang berderik di batok kepala, hanya merasa tambah satu bukti kesintingan jiwa, liar tanpa batas dan monumental, siapa yang sadar seluruh hati musim dingin dalam tubuhmu, menyusup ke dalam sumsum, merebut kegilaan warna darah, mengecat sakit pada kebahagiaan yang pingsan, siapa yang sadar taman bunga di pembuluh darahmu, melindungi seluruh tulang patah dan ukuran otak menciut, mengeluarkan dari batu untuk menenangkan hati, bagaimana terus membenci jika kematian adalah tempat tidur tembus pandang hutan bunga sakura, bagaimana mengingat november ketika udara tipis berubah jadi embun beku, bagaimana puisi mempersiapkan eulogi seperti gambar kartun, bagaimana menegaskan penyabot tidak layak disebut di sini.

[April 17, 2016 01:15]

Terhadap Bjork

: ulang tahun dan hal-hal lainnya

dia memilih rumah sudut
dunia bentuk kerucut
kecerahan satu partikel
mengacak-acak semudah
memasukkan jari ke mulut
tiga puluh sembilan tahun
membekuk cacing pada tali
mendebik laba-laba dalam saku
mengumpulkan sayap capung
menjepit mereka bagai hadiah
teman sebelah yang tahu jumlah
bintik-bintik dan goresan wajah
suram adalah kitab ketenteraman

dia mengarsir kain besar
perekat tafsir bersama-sama
keindahan gagak meluncur
memberi titik lanskap pasir
kesenangan hari ulang tahun
diabadikan di bunga kering
celana dalam dan kata-kata
paling membingungkan persis
salinan akurat—cetak biru
pencapaian tertinggi mati lemas
pada pengabdian membungkuk
bergabung dengan kultus
suram adalah kitab ketenteraman

dia memeluk seperti benteng
bahan kerangka kepercayaan
tempat teka-teki dipecahkan
jika hidup adalah lonceng
betapa indah keadaan darurat
setiap saraf yang menyakitkan
dibuat harmoni menjadi daging
pahit-pahit yang wajar
seperti upacara tekuk kayu
tidak lagi menuntut kedekatan
setengah jalan ke surga dari sini
telah mendapatkan keringanan
suram adalah kitab ketenteraman

[April 17, 2015 04:15]

Nun

Nun—letak paling awal
ketidakjelasan urutan

kenikmatan kalam
menggandakan penundaan
semacam Raymond Carver
bertempur melawan monster

dengan betis terbakar
tergeletak di atas ranjang

April adalah demam
bagi penghujah asma
keranjingan menuntut
tanda—kelak di belalainya

perlahan disisip keluar
mengauskan seluruh daya

setengah tahun, cari pintu
tergelincir, mimpi-mimpi, pihak lain
lupa laju kalimat hanya boleh
memperdalam pengalaman batin

[April 17, 2015 01:15]

Sajak Upaya

demikian tipis sebuah niat
robek di mulut penyejuk
khalwat bagi yang khusyuk

tiap upaya dipendam diri
bumi kekosongan tak
bisa dipakai kaki berlari
2 kali 66 hari telah banyak
peristiwa mendera jadi bait
kesangsian ragam bahasa
limbung diusung pembelaan

Zabalawi tidak ditemukan:
dari Saabun ke bulbule
dengung zikir bunga-bunga
hanya niat lain hendak tumpah
tidak ada Khidir merusak
perahu dalam dada buncah
nazar sekadar batas keriangan

kini aku adalah kalian
jatuh dipermalukan Tuhan
tugas-tugas yang sukar

[Oktober 17, 2014 03:30]

Eleutheromania

kembali dari hiatus meluncur
dari bangunan semuanya cermin
melihat bayangan kerbau jantan
dengan mata seberat jangkar

ada suara: jangan lagi masuk
di dalam ada,
Pascual Duarte tidak pernah
dapat dibujuk

tetapi eleutheromania adalah kata
kuketahui sebagai keras kepala
memaksa kebebasan terakhir

sementara cermin makin cekung
menjepit-jepit — seperti rahim
mengeluarkan kebebasan pertama

serak dan puing
mengambang dalam cermin
tak teratur menghempasku

[Mei 31, 2014 18:15]