Nun

Nun—letak paling awal
ketidakjelasan urutan

kenikmatan kalam
menggandakan penundaan
semacam Raymond Carver
bertempur melawan monster

dengan betis terbakar
tergeletak di atas ranjang

April adalah demam
bagi penghujah asma
keranjingan menuntut
tanda—kelak di belalainya

perlahan disisip keluar
mengauskan seluruh daya

setengah tahun, cari pintu
tergelincir, mimpi-mimpi, pihak lain
lupa laju kalimat hanya boleh
memperdalam pengalaman batin

[April 17, 2015 01:15]

Advertisements

Sajak Upaya

demikian tipis sebuah niat
robek di mulut penyejuk
khalwat bagi yang khusyuk

tiap upaya dipendam diri
bumi kekosongan tak
bisa dipakai kaki berlari
2 kali 66 hari telah banyak
peristiwa mendera jadi bait
kesangsian ragam bahasa
limbung diusung pembelaan

Zabalawi tidak ditemukan:
dari Saabun ke bulbule
dengung zikir bunga-bunga
hanya niat lain hendak tumpah
tidak ada Khidir merusak
perahu dalam dada buncah
nazar sekadar batas keriangan

kini aku adalah kalian
jatuh dipermalukan Tuhan
tugas-tugas yang sukar

[Oktober 17, 2014 03:30]

Eleutheromania

kembali dari hiatus meluncur
dari bangunan semuanya cermin
melihat bayangan kerbau jantan
dengan mata seberat jangkar

ada suara: jangan lagi masuk
di dalam ada,
Pascual Duarte tidak pernah
dapat dibujuk

tetapi eleutheromania adalah kata
kuketahui sebagai keras kepala
memaksa kebebasan terakhir

sementara cermin makin cekung
menjepit-jepit — seperti rahim
mengeluarkan kebebasan pertama

serak dan puing
mengambang dalam cermin
tak teratur menghempasku

[Mei 31, 2014 18:15]

Belenggu

dengan pikiran segar
juga dua rindu tegar
pamer di ambang pintu
melambai sebuah buku

— mari sini
jangan iseng sendiri
apa kau tak tahu sejarah
ancaman harga diri —
yang meloloskan daster

tubuh hanya senilai ember
bagi kekosongan
jangan heran, bagaimana
masalah panjang
menjelajah setengah dunia

percuma orang-orang teriak
mengapa puting susu
tambah jadi belenggu
kebingungan berdiri
mencari jalan penyelesaian

[Mei 31, 2014 16:30]

Corpus

menatap akuarium pecah
sembilan ekor ikan
seperti bulan dan obrolan
tak beririsan tentang zirah

dari kepala ke ujung kaki
dunia senilai lekat empedu
menempatkan kebusukan
dalam kelipatan bertingkat

dengan kata lain,
membiarkan kelamin
menguburkan mazmur
di bagian hitam dari tanur

penyiksaan hari ini,
gusar mendesak di bawah
balok–angin di atas gundukan
mengabarkan takut dan olok-olok

[Februari 14, 2014 01:15]

Melampaui Kesangsian

Balya tak menemui orang lemah
sekali berjumpa menembus akar
dalam benakmu yang tak pernah
sedikit bersabar–mengurai iktibar

melihat dunia seolah padang datar
bagaimana melampaui kesangsian
bila seluruh jawab sudah terlempar
ke dalam keras sebuah pernyataan

“ini, saratnya persinggungan.”
mengikhlaskan dada adalah
urusan suci dari sesumbar
satu per satu tetap harus
dibeberkan sebelum petang

“ini, beratnya pengetahuan.”
mengabadikan lupa adalah
urusan diri paling hambar
tidak dapat dilezatkan halus
jempol tangan tidak bertulang

[Desember 18, 2013 16:30]

Mengunjungi Orang Ladang

sebuah kota tidak ditundukkan nasib
jika ada yang menyimpang mungkin
waktu melompat jadi pertemuan
orang datang terburu-buru kena
sihir tempat-tempat dalam sajak

meski gerimis mengecewakan
membulatkan kejenuhan
turun sedikit di bawah danau
memberatkan pendakian
44 kelok lebih mistik dari derau

tapi kepalan kita sudah pasti berbunyi:
“pernah sekali dalam hidup
tangan ini tak berjarak dari retak”
seperti orang ijab, menggetarkan
meruntuhkan hal-hal yang canggung

[Oktober 27, 2013 17:30]